Efektifitas telepon Sahabat Anak di Surakarta

Standar

Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga. Dari segi kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, memiliki peran strategis, dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan Negara pada masa depan. Agar setiap anak Indonesia kelak mampu memikul tanggungjawab tersebut, maka anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, berpartisipasi, dan berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan, dan diskriminasi. Untuk itu perlu dilakukan upaya perlindungan dan upaya mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi.

Pasal-pasal yang ada dalam KHA menjelaskan bahwayang termasuk kategori anak adalah manusia yang berusia belum mencapai 18 tahun. Adapun yang termasuk dalam kategori anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus adalah anak-anak yang mengalami eksploitasi secara ekonomi, fisik dan seksual (termasudi dalamnya pekerja anak, anak yang dilacurkan, anak jalanan, dan anak yang diperlakukan salah), anak-anak yang berkonflik dengan hukum, anak-anak yang berada di daerah konflik bersenjata, anak-anak cacat, anak-anak yang tidak tercatat identitasnya, dan anak-anak dari kalangan minoritas yang disangkal haknya dalam bermasyarakat (Ajisuksmo, Hendriati & Rostiawati, 2000; Cruz, 2003; Unicef, 2004).

Namun saat ini seringkali kita lihat berita yang menyuguhkan kasus kekerasan yang terjadi pada anak. Seiring dengan perubahan yang terjadi terutama adanya arus globalisasi yang juga memberikan dampak yang negatif , sehingga mengakibatkan permasalahan anak menjadi kompleks dan rumit. Anak telah menjadi sasaran kepentingan bagi banyak kalangan., tujuan komersial yang merugikan kepentingan anak, dijadikan objek untuk diperjualbelikan, objek kekerasan, diperalat oleh orang dewasa untuk tujuan tertentu, dieksploitasi sebagai anak jalanan dan sebagainya. Perlakuan kekerasan terhadap anak juga seringkali terjadi di lingkungan keluarga dimana seharusnya anak memperoleh perlindungan dan kasih sayang.  Moeliono dan Dananto (2004) menyatakan bahwa kemiskinan seringkali dijadikan alasan utama untuk memperlakukan anak secara salah dengan memaksa mereka bekerja di pabrik, di jalansebagai pengemis atau pengasong, di jermal, di perkebunan, dan bahkan dilacurkan sebagai pekerja seksguna membantu menopang ekonomi keluarga.

Untuk itu dalam rangka mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.  Undang-undang ini menjadi peralatan yang kuat untuk mengimplementasikan Konvensi Hak Anak (KHA) sebagai salah satu instrumen internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 36 tahun 1990.

Sebagai salah satu bentuk implementasi dari UU itu adalah dibentuknya layanan TeSA. TeSA 129 adalah suatu bentuk layanan bagi perlindungan anak dengan akses telepon pulsa lokal (teleponrumah/kantor) untuk anak yang membutuhkan perlindungan atau berada dalam situasi emergensi/darurat, maupun anak dan orang dewasa yang membutuhkan layanan informasi, konsultasi, dan konseling seputar kehidupan anak.

Operasional TESA 129 merupakan sebagai langkah preventif dalam menangani permasalahan anak. TESA 129 yang bisa diakses melalui telepon rumah gratis dan siap menjadi sahabat remaja, layanan yang diberikan oleh TESA 129 pada hari kerja jam 08.00 s/d 17.00 WIB.Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Lis Idawati mengatakan, konsep pelayanan dan pendampingan pada anak yang dilakukan TESA 129 ini cukup baik untuk menunjang kebutuhan anak sesuai dengan haknya. Kominfo akan membantu mensosialisasikan program-program TESA 129 terhadap anak agar mereka mendapatkan haknya sesuai dengan proporsinya.

Penyelenggaraan pelayanan TESA 129 sudah dilakukan sejak tahun 2006-2009 di beberapa provinsi dan kab/kota, antara lain Jakarta, Surabaya, Makasar, Banda Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, DIY, Lamongan, Sidoarjo, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Surakarta, Gorontalo, Cirebon, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah dan Banten. Bentuk layanan TESA 129 diantaranya pelayanan informasi, pelayanan konsultasi dan konseling, pelayanan pengaduan, pelayanan rujukan.

About Windah Rahmawati

I am a Simple Person ^^ Anak Ciciv Education di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Anak ke empat dari empat bersaudara, Kata orang si Aku yang paling manja :D Cantik? Jelaaas dong ^^ Pinter? Ga kalah pinter deh ama Thomas Alfa Edison #Padahal ngga tahu siapa dia Heee Kocak? Cukup sering bikin orang lain tertawa Riang :D Kadang ngeselin juga si :D Jayus? Soo pasti. Aku paling nggak tega Kalau harus lihat bapak-bapak tua renta yang harus bekerja banting tulang di pinggir jalan :( Mimpi? Banyak mimpi yang ingin kugapai, So harus dibarengi usaha dan Doa tentunya :) ORTU? LOVE THEM FOR EVER :* Do the Best For the Best ^^ Masih banyak Lagi tentang Aku :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s